KALIMBA

Saturday, May 28, 2016

KALIMBA
Kalimba
Alat musik yang dibahas kali ini adalah Kalimba yang sering juga dengan nama piano jempol. Merupakan alat musik versi modern dari Afrika yang bernama mbira.  Kalimba ini merupakan sebuah kotak suara dengan tuts-tuts logam yang menempel pada bagian atas.

Pada sejarahnya, kalimba diperkenalkan oleh Hugh Tracey di daratan Eropa sekitar 1960-an. Tracey sendiri mengenal alat musik tradisonal di Rhodesia atau sekarang disebut dengan Zimbabwe yang disebut dengan mbira pada tahun 1920-an. Karena tertarik dengan suara yang dihasilkan oleh mbira, Tracey mempelajari dan mengembangan alat musik ini dan akhirnya menghasilkan alat musik yang lebih modern yakni kalimba.

Untuk memaikan piano jempol ini caranya cukup mudah. Hanya dengan menekan tuts-tuts logam yang berada di atas buluh kayu berlubang. Resonantor dari lubang buluh kayu inilah yang memperkuat suara yang keluar dari tuts. Dengan mengatur posisi lempengan yang ada, maka kita bisa menghasilkan variasi nada yang lebih tinggi ataupun rendah. Semakin dekat lempengan logam dengan lubang buluh kayunya, maka nada yang dihasilkan akan semakin rendah. Begitu juga dengan sebaliknya, jika lempengan kayu semakin menjauhi logam maka suara yang dihasilkan akan semakin tinggi. Dibeberapa negara lain, kalimba dipadukan dengan kemajuan teknologi sehingga suara yang dihasilkan terdengar lebih harmonis dengan kekuatan suara yang lebih keras.

Alat musik ini juga dapat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta dan Surabaya. Di Bali, kalimba menjadi salah satu souvenir favorit dengan ukiran khas motif Bali di badan.