ERHU

Saturday, May 28, 2016

Erhu adalah salah satu alat musik gesek tradisional Tiongkok. Asal usulnya dapat dilacak sampai zaman Dinasti Tang pada abad ke-7 sampai abad ke-10 Masehi. Pada masa itu, erhu populer di antara rakyat etnis minoritas yang bermukim di barat laut Tiongkok. Dalam perkembangannya selama seribu tahun yang lalu, erhu selalu merupakan alat musik utama dalam pertunjukan opera tradisional Tiongkok.

Erhu
Erhu
Erhu berstruktur yang sederhana dengan panjangnya hanya 80 sentimeter. Alat ini mempunyai dua dawai. Dalam pertunjukan, pemusik memegang erhu dengan tangan kiri, sedang tangan kanannya memegang penggesek. Musik yang dimainkan erhu sangat ekspresif dan sering dijuluki sebagai biola ala Tiongkok dikarenakan dalam orkes musik tradisional Tiongkok, erhu adalah alat musik utama yang memainkan peran yang mirip dengan peran biola dalam orkes musik Barat. Meskipun erhu terkadang disebut sebagai biola bersenar 2, tetapi alat ini dimainkan secara vertikal  di atas pangkuan pemainnya sambil duduk dan bukan dimainkan secara horizontal.

Pada masa dinasti Qing, erhu dilarang dimainkan dan dianggap tabu. Kala itu, erhu yg bersenar 2 disebut sebagai senar ayah dan senar anak. Jadi apabila ada yang memainkan alat musik ini hingga salah satu senarnya putus, ia bisa tertimpa hal buruk. Maka alat musik erhu dianggap tabu dan dilarang dimainkan karena dianggap sebagai perlambangan hal buruk. Tabu ini akhirnya dicabut pada masa akhir dinasti Qing.

Keunikkan erhu sendiri adalah bunyi senarnya yang bisa menonjolkan irama panjang dan mengalun, sangat cocok untuk representasi irama sedih ataupun menyuarakan lagu yang bermakna mendalam. Dan pada saat ini erhu telah menjadi salah satu alat instrument musik yang populer dan dikenali banyak orang.
More aboutERHU

SITAR

Friday, May 27, 2016

Sitar merupakan perpaduan alat musik gitar dan biola. Merupakan keluarga besar alat musik kecapi yang dimaikan dengan cara dipetik. Alat bersenar ini memiliki 5  hingga 7 tali dawai untuk melantunkan melodi dan juga memberikan efek dengung.

Instrumen ini dominan digunakan dalam musik klasik Hindustan dan dimainkan sebagai iringan untuk tari di India. Biasanya sitar dimainkan bersama dengan alat musik lain seperti tabla, sarod dan tambura.  Alat ini dibawa oleh orang-orang Timur Tengah yang hijrah ke India pada tahun 1800an dan diterima dengan baik sebagai alat musik khas oleh India Utara.

Pembuatan sitar sendiri bisa dikatakan sangat kompleks. Alat musik ini dibangun dari kombinasi kayu mahoni, kayu jati, kayu hitam, tanduk rusa bahkan tulang unta. Walau begitu, terkadang bahan sintetis dijadikan pengganti dalam pembuatannya. Alih sitar juga harus melihat instrumen, kualitas suara dan penampilan dengan detail untuk dapat menghasilkan sebuah sitar yang berkualitas.

Saat ini sitar telah masuk dalam daftar alat musik unik dan langkah. Di Indonesia sendiri saat ini hanya ada sekitar 6 orang yang dapat memainkan alat musik sitar. Salah satunya adalah Hartoyo Hardjo Soewito yang merupakan kelahiran Madiun, 21 Mei 1979.
Sitar
Sitar
More aboutSITAR

KOTO

Koto adalah salah satu alat musik tradisional di Jepang yang menyerupai bentuk kecapi di Indonesia. Alat musik ini masuk ke Jepang sejak abad ke-7 dan biasanya dikenal sebagai alat musik istana. Koto memiliki 13 dawai yang dibuat dari sutera, tetapi zaman sekarang dawai menggunakan bahan lain seperti sintetis.

Koto
Koto
Sejak abad ke-17, koto biasanya dimainkan secara tunggal tanpa iringan alat musik lain.  Biasanya dimainkan pada acara kenegaraan atau acara penting lainnya.  Walau begitu, koto juga dapat dipandu-padankan dengan musik barat seperti jazz,  pop maupun rock.

Karya-karya legendaris dari alat musik ini berhasil diciptakan oleh maestro bernama Yatsuhashi Kengyo. Maestro inilah yang menciptakan dasar dari lagu-lagu koto yang disebutkan dengan Sakyoku. Karena karya Yatsuhashi lah maka musik koto dicintai oleh warga Jepang dan akhirnya diakui sebagai musik tradisional Jepang. Beliau sendiri telah meninggal dunia pada tahun 1685 yang merupakan tahun kelahiran Bach yang merupakan komposer musik klasik yang terkenal hingga saat ini.
More aboutKOTO

SAXOPHONE

Thursday, May 26, 2016

Saxophone adalah alat musik yang masuk dalam kategori aerophone, single-reed woodwind instrument. Saat ini saxophone sangat popular digunakan dalam musik jazz. Awalnya alat musik ini dikembangkan pada tahun 1840-an oleh Adolphe Sax, seorang berkebangsaan Belgia.

SAXOPHONE
Saxophone
Walaupun bahan dasar pembuatan alat musik ini berbahan logam, saxophone sebenarnya adalah alat musik tiup kayu karena sumber bunyi alat musik berasal dari sebuah bambu tipis dan panjang yang ditempatkan pada bagian bawah mouthpiece.

Di tanah air, musik jazz memang tidak terlalu populer bila dibandingkan dengan musik pop maupun rock. Namun Indonesia juga memiliki sejumlah saxophonist yang tak bisa dipandang remeh. Berikut ini beberapa musisi jazz yang juga menekuni saksofon sebagai instrumen andalan mereka dalam bermusik.

1. Maryono

Mendiang Maryono lahir pada 9 September 1937 di Yogyakarta dan meninggal pada 19 September 1998 di Jakarta. Selain saksofon, Maryono juga ahli memainkan klarinet dan flute.


2. Embong Rahardjo

Musisi jazz ini lahir di Solo pada 26 Januari 1950 dan meninggal pada 30 November 2001. Bakatnya dalam seni musik menurun dari sang ayah, R.Sunamo, yang merupakan pemain flute. Semasa hidupnya, Embong Rahardjo telah merilis sejumlah album musik jazz. Misalnya, Jazz Flute (1976), Java Jazz (1993), Puji Syukur (1998), Easy Listening Music (1999), Album Christmas (2000), dan Bunda Maria (2000).

More aboutSAXOPHONE

GAMBUS

GAMBUS
Gambus
Alat musik tradisional gambus merupakan jenis alat musik petik yang berasal dari Timur tengah. Alat musik ini memiliki fungsi sebagai pengiring tarian zapn dan nyanyian sewaktu dilaksanakan acara syukuran ataupun pesta pernikahan.

Alat musik ini identik dengan nyanyian yang bernuansa Islam. Alat musik gambus juga dianggap penting dalam nyanyian Ghazal yang berasal dari Timur Tengah pada masa kesultanan Malaka. Kedatangan pedagang Timur Tengah pada zaman Kesultanan Melayu Melaka telah membawa budaya masyarakat mereka dan memperkenalkannya kepada masyarakat di Tanah Melayu.

Syech Albar dari Surabaya dan SM Alaydrus merupakan musisi gambus yang terkenal pada tahun 1940-an. SM Alaydrus berhasil mengembangkan orkes harmonium yang pada tahun 1950 menjadi orkes Melayu. Syech Albar pun mempertahankan tradisi gambus. Tahun 1940-an lagu Gambus masih berorientasi ke Yaman selatan. Setelah Bioskop Al Hambra di Sawah Besar banyak memutar film Mesir, gambus lebih berorientasi ke Mesir. Orkes gambus pun mulai mengisi siaran RRI seperti Orkes Gambus Al-Wardah pimpinan Muchtar Lutfiedan Orkes Gambus Al-Wathan pimpinan Hasan Alaydrus.

More aboutGAMBUS

KOLINTANG

Kolintang merupakan alat musik khas dari Minahasa, Sulawesi Utara yang mempunyai bahan dasar kayu. Jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah. Pemakaian kolintang berhubungan dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur.

KOLINTANG
Kolintang
Ketika ajaran Kristen mulai masuk ke tanah Minahasa pada tahun 1800-an, keberadaan alat ini mulai menghilang sekitar hampir 1 abad lamanya. Tapi belakangan kolintang sebagai alat kesenian budaya daerah kembali dikenal oleh masyarakat. Hingga pada akhir perang dunia ke-2, seorang budayawan bernama Nelwan Katuuk berhasil menciptakan susunan nada baru dan mengkreasikan alat musik kolintang dengan lebih baik.

Pada masa ini, alat musik ini sudah terkenal di seluruh penjuru nusantara. Bukan hanya itu saja, kolintang juga tercatat dalam buku Guinness World of Record dalam kategori kolintang berukuran raksasa yang terbuar dari bahan kayu cempaka dengan panjang 8 meter, lebar 2,5 meter, tinggi 2 meter, berat 3,168 kilogram dengan volume bahan 13,7 meter kubik.


Para pemain melodi kolintang kayu pada periode ini antara lain :

1. Janjte Dungus (Suwaan – Tonsea)
2. Josep Iwi Sundah (Lembean)
3. Gustaaf Warouw (Tomohon)
4. Bert Rako (Kakaskasen – Tomohon)
5. Worang Ransun (Maumbi – Tonsea )
More aboutKOLINTANG

GAMELAN

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang dan gong. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali dan Lombok dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Tentu saja varian alat musik yang digunakan berbeda.

Awalnya, alat musik instrumen gamelan dibuat berdasarkan relief yang ada dalam Candi Borobudur pada abad ke-8. Dalam relief di candi tersebut, terdapat beberapa alat musik yang terdiri dari kendang, suling bambu, kecapi, dawai yang digesek dan dipetik, serta lonceng. Sejak itu, alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik dalam alunan musik gamelan jawa. Konon, menurut kepercayaan orang Jawa, gamelan itu sendiri diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka, sebagai dewa yang dulu menguasai seluruh tanah Jawa. Sang dewa inilah yang menciptakan alat musik gong, yang digunakan untuk memanggil para dewa.

Kini, seni gamelan ini dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari dan atraksi wayang. Saat diadakan acara resmi kerajaan di keraton, digunakan alunan musik gamelan sebagai pengiring. Terutama jika ada anggota keraton yang melangsungkan pernikahan tradisi Jawa. Masyarakat Jawa pun menggunakan alunan musik gamelan ketika mengadakan resepsi pernikahan.

GAMELAN
Gamelan

Gamelan yang lengkap mempunyai kira-kira 72 alat dan dapat dimainkan oleh niyaga (penabuh) dengan disertai 10 – 15 pesinden dan atau gerong. Susunannya terutama terdiri dari alat-alat pukul atau tetabuhan yang terbuat dari logam. Alat-alat lainnya berupa kendang, rebab (alat gesek), gambang yaitu sejenis xylophon dengan bilah-bilahnya dari kayu, dan alat berdawai kawat yang dipetik bernama siter atau celepung.

Perkembangan musik gamelan ini juga mendapatkan tanggapan yang luar biasa di dunia internasional. Telah banyak diadakan pentas seni gamelan di berbagai negara Eropa dan memperoleh tanggapan yang sangat bagus. Bahkan tidak sedikit sekolah di luar negeri yang memasukan seni gamelan sebagai salah satu musik pilihan untuk dipelajari. Ironisnya di negeri sendiri, masyarakat cenderung lebih tertarik pada musik-musik luar yang memiliki instrumen serba canggih. Sehingga diperlukan upaya untuk menarik kembali minat masyarakat kepada kesenian tradisional yang telah menjadi warisan budaya bangsa.
More aboutGAMELAN