Awalnya, alat musik instrumen gamelan dibuat berdasarkan relief yang ada dalam Candi Borobudur pada abad ke-8. Dalam relief di candi tersebut, terdapat beberapa alat musik yang terdiri dari kendang, suling bambu, kecapi, dawai yang digesek dan dipetik, serta lonceng. Sejak itu, alat musik tersebut dijadikan sebagai alat musik dalam alunan musik gamelan jawa. Konon, menurut kepercayaan orang Jawa, gamelan itu sendiri diciptakan oleh Sang Hyang Guru Era Saka, sebagai dewa yang dulu menguasai seluruh tanah Jawa. Sang dewa inilah yang menciptakan alat musik gong, yang digunakan untuk memanggil para dewa.
Kini, seni gamelan ini dimainkan untuk mengiringi seni suara, seni tari dan atraksi wayang. Saat diadakan acara resmi kerajaan di keraton, digunakan alunan musik gamelan sebagai pengiring. Terutama jika ada anggota keraton yang melangsungkan pernikahan tradisi Jawa. Masyarakat Jawa pun menggunakan alunan musik gamelan ketika mengadakan resepsi pernikahan.
Gamelan |
Perkembangan musik gamelan ini juga mendapatkan tanggapan yang luar biasa di dunia internasional. Telah banyak diadakan pentas seni gamelan di berbagai negara Eropa dan memperoleh tanggapan yang sangat bagus. Bahkan tidak sedikit sekolah di luar negeri yang memasukan seni gamelan sebagai salah satu musik pilihan untuk dipelajari. Ironisnya di negeri sendiri, masyarakat cenderung lebih tertarik pada musik-musik luar yang memiliki instrumen serba canggih. Sehingga diperlukan upaya untuk menarik kembali minat masyarakat kepada kesenian tradisional yang telah menjadi warisan budaya bangsa.